Psikologi Konseling Dapat Dilakukan

Secara umum, psikologi konseling adalah bidang ilmu yang berhubungan dengan membantu, membimbing, mengarahkan dan memfasilitasi semua orang yang dalam kesulitan. Psikoanalisis pada dasarnya melibatkan dua orang, satu yang membantu dan yang lain membutuhkan bantuan. Yang pertama disebut konselor dan yang terakhir dikenal sebagai pasien.

Terapis memiliki sejumlah peran yang harus dimainkan. Kadang-kadang, ia dapat bertindak sebagai Psikologi Klinis dan Konseling guru yang membimbing, atau fasilitator yang memberikan lingkungan yang optimal kepada orang lain untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan. Psikoanalisis bukan hanya kombinasi dari seorang terapis dan seorang pasien melainkan melibatkan pembentukan hubungan antara keduanya. Dalam psikologi analisis, ada sejumlah pendekatan (Freudian, Experiential, Behavioral, behavioral behavioral dll) terhadap proses konseling. Konselor dapat memilih pendekatan apa saja sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi kliennya. Dia tidak menerapkan pendekatan konseling yang lebih mudah baginya untuk diterapkan tetapi pendekatan yang memenuhi tuntutan masalah klien. Psikologi konseling sangat mempertimbangkan individualitas klien. Selalu ada perbedaan dalam individu dan masing-masing individu adalah unik. Begitu juga proses untuk individu. Namun proses menggarisbawahi dasar sama untuk semua.

Ini melibatkan empat langkah

Pembentukan hubungan

Identifikasi dan evaluasi masalah

Perencanaan menuju pemecahan masalah

Solusi dan interpretasi

Pembentukan hubungan

Sebelum konselor dapat memulai dengan menemukan solusi untuk masalah klien, sangat penting bahwa ada hubungan yang hangat dan penuh perhatian di antara keduanya. Adalah Psikologi Konseling sepenuhnya tanggung jawab penasihat untuk membuatnya bekerja. Kemampuan konselor untuk membangun hubungan yang kuat tergantung pada kesesuaiannya.

Kesesuaian penasihat berarti kualitasnya menjadi nyata, asli dan jujur. Terapis tidak boleh berpura-pura atau memalsukan perasaan dan gagasannya tentang kliennya. Penghargaan positif tanpa syarat adalah kualitas lain yang harus dimiliki oleh terapis yang baik. Ini berarti menerima klien apa adanya, tanpa membuat penilaian apa pun.

Terapis menghormati klien terlepas dari perilaku atau tindakannya. Mendengarkan empatik oleh terapis juga merupakan hal penting dalam proses konseling. Empati berarti ‘perasaan dengan klien’. Ini berbeda dari simpati dalam cara simpati mengarah pada rasa kasihan diri yang merupakan pendekatan negatif; sedangkan empati berarti bahwa konselor dapat merasakan kondisi klien dan ini berfungsi sebagai sumber kepuasan bagi pasien bahwa ada seseorang yang mengalami perasaan yang sama seperti dirinya sendiri.

Identifikasi dan evaluasi masalah

Setelah menjalin hubungan yang baik, terapis dan pasien harus bersama-sama berusaha mencari tahu masalah yang dihadapi oleh pasien. Di sini, sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh klien. Terapis hanya memfasilitasi pasien. Setelah masalah teridentifikasi, terapis ingin mengetahui apakah itu masalah nyata klien. Jadi, untuk tujuan ini ia melakukan berbagai tes psikologis untuk mengevaluasi hipotesisnya.

Perencanaan menuju pemecahan masalah

Perencanaan untuk menyelesaikan masalah klien dibuat sesuai dengan hasil tes. Pelindunglah yang secara aktif berpartisipasi ketika proses konseling menjelang akhir.

Solusi dan interpretasi

Berangsur-angsur si analis dan pelindung menemukan solusi untuk masalah itu. Peran utama dalam langkah analisis ini adalah pasien. Setelah solusinya ditemukan maka ada penghentian proses, tetapi itu adalah pilihan pasien untuk melanjutkan atau menghentikan proses. Pasien dapat datang ke analis kapan saja dia mau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *